thi September 2011 ~ esjewe

Halaman

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
seorang pembelajar yang ingin bermanfaat buat orang lain

Family


Cari Blog Ini

adakah tapak kebaikan dalam jejak kita

banyak langkah yang sudah kita buat, banyak jejak pula telah tercipta, orang lain hanya akan membaca sisa-sisa bekas tapak kita, ada yang menenangkan orang-orang disekitarnya, ada yang membu

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 28 September 2011

Manajemen Aset Rumah Sakit


Perlakuan Aset Tetap di rumah sakit selain untuk keperluan penyusunan laporan keuangan, juga diperlukan manajemen aset yang ditujukan untuk menjamin pengembangan kapasitas yang berkelanjutan dari rumah sakit sehingga dapat meningkatkan pelayanan serta pendapatan, yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan guna mencapai pemenuhan persyaratan optimal bagi pelayanan tugas dan fungsi rumah sakit kepada masyarakat.
Pemerintah telah menetapkan ruang lingkup pengelolaan barang milik Negara adalah meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan (meliputi sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, dan bangun guna serah/bangun serah guna), pengamanan (meliputi administrasi, fisik dan hukum) dan pemeliharaan, penilaian, penghapusan, pemindahtanganan (meliputi  penjualan, tukar menukar, hibah dan penyertaan modal pemerintah), penatausahaan (meliputi pembukuan, inventarisasi dan pelaporan), pembinaan, pengawasan dan pengendalian.
Secara sederhana manajemen aset terdiri dari lima tahapan yaitu : Inventarisasi Aset, Legal Audit, Penilaian Aset, Optimalisasi Aset dan Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Aset dalam pengawasan dan Pengendalian asset (Supriyadi : 2008p.30).
1.       Inventarisasi Barang Milik Negara
Inventarisasi Aset ditujukan untuk memberikan kemudahan dalam pembukuan asset atau pelaksanaan penatausahaan/administrasi sehingga seluruh BMN dapat dibukukan secara seragam dan dapat dengan mudah diketahui jumlah fisik, lokasi serta kondisinya.

Bagian Aset & Inventaris memiliki tugas menghimpun data inventaris / asset termasuk menyimpan seluruh dokumen kepemilikan yang dibantu oleh pengurus barang yang ada pada tiap-tiap unit kerja dan secara periodic (persemester atau pertahun) menyampaikan Rekapitulasi Inventaris kepada bagian Aset & Inventaris.

Tahapan Inventarisasi BMN adalah sbb :
A.      Persiapan
a.       Membentuk tim inventarisasi
b.      Membagi tugas dan menyusun jadwal pelaksanaan inventarisasi
c.       Mengumpulkan dokumen BMN
d.      Menyiapkan label sementara
e.      Membuat denah ruangan, memberi nomor ruangan dan menentukan penanggung jawab ruangan.
f.        Menyiapkan kertas kerja inventarisasi.

B.      Pelaksanaan
a.       Menghitung jumlah BMN per sub-sub kelompok barang.
b.      Mencatat BMN ke dalam kertas kerja inventarisasi.
c.       Menempelkan label pada BMN yang telah dihitung.
d.      Menentukan kondisi BMN dengan criteria baik, rusak ringan dan rusak berat.
e.      Menyusun Laporan Hasil Inventarisasi (LHI).
f.        Membandingkan LHI dengan dokumen BMN yang ada.
g.       Membuat daftar BMN yang tidak ditemukan, belum pernah dicatat, dan rusak berat serta dafta koreksi nilai.
h.      Menyampaikan LHI kepada Pengelola Barang.

C.      Tindak Lanjut
a.       Menelusuri BMN yang tidak ditemukan.
b.      Membuat usulan penghapusan BMN yang rusak berat.
c.       Menindaklanjuti hasil inventarisasi ke dalam SIMAK-BMN.
Kegiatan inventarisasi dimulai dengan membuat kodefikasi BMN.  System kodefikasi BMN di dasarkan pada penggolongan, kepemilikan dan lokasi barang sesuai dengan kode yang dietapkan oleh departemen Keuangan.  Menurut kode yang ditetapkan Departemen Keuangan dalam PMK No.59/PKM.06/2005 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat, barang dapat diklasifikasikan ke dalam golongan, bidang, kelompok, sub kelompok, sub-sub kelompok.

2.       Legal Audit
Legal Audit yaitu menentukan inventarisasi status penguasaan asset dengan cara mengecek semua sertifikat dan bukti kepemilikan asset, seperti sertifikat tanah, BPKB kendaraan bermotor dan sebagainya.

Legal audit akan memberikan manfaat yang besar terutama untuk menentukan BMN mana yang seharusnya diikutsertakan dalam pencatatan asset tetap pada Laporan Keuangan BLU.  Legal audit dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah legal menyangkut status kepemilikan asset, antara lain status hak penguasaan yang lemah, asset dikuasai pihak lain, pemindahtanganan asset yang tidak termonitor, dan lain-lain.

3.       Penilaian Aset
Penilaian asset merupakan satu proses kerja untuk melakukan penilaian atas asset yang dikuasai. Dari penilaian asset ini akan dapat diketahui adanya asset yang tidak dapat dinilai fair value-nya pada saat penilaian asset ini dikarenakan sudah sangat tua dan tidak lagi ada pasar untuk asset tersebut, sehingga asset tersebut sulit diperkirakan nilainya dimasa kini, atau adanya barang-barang hibah tanpa informasi nilai perolehannya.

4.       Optimalisasi Aset
Optimalisasi asset merupakann proses kerja dalam manajemen asset yang bertujuan untuk mengoptimalisasikan (potensi, fisik, lokasi, nilai, jumlah/volume, legal dan ekonomi) yang bdimiliki asset tersebut.  Dalam tahapan ini asset yang dikuasai rumah sakitdiidentifikasi dan dikelompokan atas asset yang memiliki potensi dan tidak memiliki potensi.

Bentuk-bentuk optimalisas pemanfaatan asset dapat berupa :
A.      Penyewaan Aset
B.      Pinjam Pakai
C.      Kerjasama Pemanfaatan (KSP)
D.      Bangun Guna Serah (BGS) dan Bangun Serah Guna (BSG)
Contoh optimalisasi asset ada ruang yang tak digunakan untuk perawatan pasien dapat disewakan sebagai ruang serbaguna bagi pihak lain.
5.       Pengawasan dan Pengendalian Aset
Salah satu sarana yang efektif untuk meningkatkan kinerja keempat aspek diatas adalah pengembangan Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMA).  Dalam SIMA ini keempat aspek itu diakomodasi dalam system dengan menambahkan aspek pengawasan dan pengendalian, sehingga setiap penanganan terhadap asset dapat termonitor dengan jelas, mulai dari lingkup penanganan hingga siapa yang bertanggung jawab menanganinya.

Bentuk pengawasan dan pengendalian lain yang harus dilakukan adalah melakukan cek list rutin untuk :
a.         Cek list pemantauan pengadaan asset.
b.        Cek liat pemantauan dan evaluasi entry data pengadaan asset baru.
c.         Cek list pemantauan dan evaluasi data asset yang dihentikan dari penggunaannya.
d.        Cek list pemantauan dan evaluasi terhadap perubahan mutasi data asset.

Rabu, 21 September 2011

Akuntansi Keperilakuan


Akuntansi keperilakuan merupakan bagian dari akuntansi,  yang merupakan suatu bidang yang baru.  Yang secara luas berhubungan dengan perilaku seseorang, kelompok maupun organisasi, terutama yang berhubungan dengan proses informasi dan pengauditan.

Perkembangan yang pesat pada peneltian akuntansi keperilakuan lebih disebabkan karena akuntansi secara simultan dihadapkan dengan ilmu-ilmu sosial secara menyeluruh.  Mengenai bagaimana perilaku manusia mempengaruhi data akuntansi dan keputusan bisnis, serta bagaiaman akuntansi mempengaruhi keputusan bisnis dan perilaku manusia.

Secara umum, lingkup dari akuntansi keperilakuan dapat dibagi menjadi tiga bidang besar :
1.       Pengaruh perilaku manusia berdasarkan desain, konstruksi dan penggunaan sistem akuntansi.  Bidang ini mempunyai kaitan dengan sikap dan filosofi manajemen yang mempengaruhi sifat dasar pengendalian akuntansi yang berfungsi dalam organisasi.

Pada saat pihak manajemen menyadari bahwa akuntansi merupakan salah satu “teras/serambi” yang harus kelihatan nyaman dan aman, karena akan selalu dikunjungi oleh para auditor, maka akuntansi akan sedapat mungkin “dibentuk” sebaik mungkin.

Pihak-pihak yang bertanggungjawab dengan akuntansi sudah seharusnya secara berkala melakukan evaluasi, apakah kebijakan-kebijakan maupun sikap dari pihak manajemen sudah mendukung proses akuntansi atau bahkan menjadi hambatan, baik secara teknis maupun secara psikologis.

2.       Pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia.  Bidang dari akuntansi keperilakuan ini berkaitan tentang bagaimana sistem akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas, pengambilan keputusan, kepuasan kerja serta kerja sama.

Salah satu contoh adalah, adanya masalah sistem akuntansi dalam organisasi yang sering diremehkan jika terjadi stagnasi alur informasi/dokumen.  Ketika seorang staf pengolah data diharuskan melakukan entry yang bersifat rutin dengan jumlah yang banyak, sementara data tidak lengkap karena terjadi stagnasi informasi, maka yang terjadi adalah produktifitas staf tersebut akan terganggu karena diharuskan mencari informasi yang belum sampai sementara entry data harus jalan terus.  Gangguan produktivitas akan berdampak pada ketidakpuasan kerja baik staf, atasan maupun organisasi. 

Seringkali adanya stagnasi informasi tidak disikapi dengan upaya yang keras untuk mencari solusi atau alternatif, akan tetapi masing-masing unit terkait proses alur informasi meyakini kesalahan bukan pada unitnya.

Hal ini akan amat sangat menggangu kelancaran proses akuntansi, yang pada akhirnya akan menggangu proses pengambilan keputusan karena sulitnya mendapatkan informasi.

3.       Metode untuk memprediksi dan strategi untuk mengubah perilaku manusia.  Bidang ketiga dari akuntansi keperilakuan ini mempunyai hubungan tentang bagaimana cara sistem akuntansi dapat digunakan sehingga mempengaruhi perilaku.

Pada saat dibuatnya sistem akuntansi yang ideal yang disesuaikan dengan kebutuhan sekarang, maka akan mengarahkan orang-orang untuk memiliki sikap disiplin dan tanggungjawab untuk menyampaikan informasi yang ada padanya dikarenakan kemudahan sistem dan feed back informasi yang baik dan bermanfaat untuk unit/bagiannya.

Pihak manajemen ketika membuat sikap atau kebijakan, apabila dengan melengkapi dari sudut pandang ini (akuntansi keperilakuan) diyakini akan menjadi suatu terobosan yang baik dalam pengukuran bisnis dan informasi yang memungkinkan para direktur, manajer serta perencanaan strategis mampu mengoptimalkan pengambilan keputusan, yang akhirnya dapat meningkatkan kinerja organisasi. 

Posisi Jabatan


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Alloh dan Rosul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfal :27).

Banyak manusia tidak menyadari atau lupa bahwa setiap posisi jabatan yang dipegangnya adalah beban yang merupakan amanat yang harus dipahami secara luas dan mendalam, sehingga akan dijalankan semaksimal mungkin sesuai dengan keinginan pemberi amanat.  Ayat di atas berkaitan erat dengan QS Al-Baqarah : 30 yang menyatakan “ Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”.

Dalam Tafsir Al-Hayah  (DR. Ahzami Sami’un Jazuli, MA) disebutkan setiap manusia mempunyai peran tugas kekhalifahan secara umum, dia akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan Alloh SWT sesuai dengan porsinya dalam menjalankan tugas khalifah dan memakmurkan bumi.  posisi manusia sebagai khalifah,  ada kalanya posisi khalifah secara umum,  karena ia merupakan bagian dari masyarakat manusia yang mendapatkan tugas menjalankan khalifah.

Yang ke dua posisi sebagai khalifah khusus, posisi ini lahir karena kesepakatan kelompok tertentu yang menganggapnya sebagai khalifah, atau karena dia diberikan wewenang untuk mengatur urusan kelompok itu.  Dengan demikian, beban seseorang menjadi khalifah akan bertambah dengan semakin bertambahnya posisi khalifah yang diberikan oleh orang lain.

Ketika seseorang mendapakan posisi jabatan dalam lingkungan kerjanya, maka dia telah menjadi khalifah di lingkungan jabatannya itu.  Diantara tugas khalifah yang dapat kita pahami dari Al-Quran adalah :
  1. Tugas untuk bekerja dan berusaha.
Menetap dan berkembangnya manusia di alam ini bukan bersifat pasif.  Alloh SWT tidak menciptakan alam ini untuk diambil manfaatnya atau didapatkan kekayaannya dengan spontanitas tanpa ada usaha.  Akan tetapi Alloh SWT telah mengaitkan kelangsungan hidup manusia di alam ini dengan usaha yang sungguh-sungguh.

Maka ketika kita mengharapkan semua program dari rencana strategis dan non strategis tercapai 100% sudah seharusnya kita bekerja dan berusaha secara keras untuk mendapatkannya, tidak menyerah sebelum seluruh potensi yang kita miliki kita curahkan dengan sungguh-sungguh.

  1. Berfikir dan melakukan riset.
Tugas khalifah akan terlihat jelas adanya perbedaan antara aktivitas manusia dengan pekerjaan binatang.  Jika binatang melakukan sesuatu pekerjaan, dia tidak akan bisa memikirkan alternatif cara lain selain yang telah diajarkan oleh manusia.  Binatang tidak mengetahui tujuan dari apa yang ia kerjakan.

Berbeda dengan manusia, semua tindakannya dilandaskan pada proses berfikir sebelum direalisasikan menjadi suatu kegiatan yang nyata.  Seluruh pancaindra manusia beserta seluruh alat perasa berupa akal dan hati mesti dimanfaatkan untuk berfikir, merenung dan memahami seluruh realita yang ada.
Sehingga ketika kita dihadapakan dengan masalah-masalah dalam pekerjaan pada posisi kita,  akan berfikir secara keras serta memahami dengan baik persoalan yang ada agar nantinya dapat ditemukan cara atau alternatif tindakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepada kita.

Apabila kita dapat memanfatkan akal dan hati kita secara maksimal,  maka tidak akan terjadi para pengemban amanah tidak tahu harus melakukan apa dari tugas pokok dan fungsinya pada posisi jabatannya.

  1. Pelaksanaan perintah Alloh SWT.
Selanjutnya,  telah diketahui fase pengangkatan manusia menjadi khalifah berawal dari aktivitas fisik dan berakhir dengan lahirnya suatu ketaatan kepada aturan agama yang diridloi dan diperintahkan oleh Alloh SWT kepada hambaNya.

Manusia tidak akan bisa menggapai tingkatan-tingkatan dari tugas khalifah di atas,  kalau dijalankan sendiri atau hanya berbegang pada pendapatnya pribadi.  Dia mutlak membutuhkan seorang utusan dan wahyu.

Dalam pelaksanaan pekerjaan sudah jelas rambu-rambu atau garis-garis yang harus dilewati dan tidak dilewati.  Kita harus berdo’a meminta  diberi kekuatan untuk dapat mengemban amanah-amanah, bertekad untuk tidak curang dalam posisi jabatannya dan ikhlas menolong untuk memberikan yang terbaik buat orang lain.

Wallohua’lam bishawab

Minggu, 04 September 2011

Akuntansi

Akuntansi merupakan istilah di negara Inggris yang menyatakan kegiatan dan teori pembukuan termasuk praktik, riset dan pengajaran.  Termasuk pedoman, prinsip dan prosedur yang harus diikuti para akuntan dalam melaksanakan tugas mereka.  Akuntan mempunyai tanggung jawab yang legal dan wajar terhadap para klien dan umum.

Artikel

mudah-mudahan bermanfa'at

salam

Ketika matahari terbit.....

Ketika bulan dan bintang muncul.............

Ketika bayi terlahir ke dunia.............

Ketika segala sesuatu yang baru muncul.......

Sejatinya mereka memperkenalkan diri.........

Salam dari esjewe untuk semua.............

Entri Populer

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More