thi Posisi Jabatan ~ esjewe

Halaman

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
seorang pembelajar yang ingin bermanfaat buat orang lain

Family


Cari Blog Ini

Rabu, 21 September 2011

Posisi Jabatan


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Alloh dan Rosul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS Al-Anfal :27).

Banyak manusia tidak menyadari atau lupa bahwa setiap posisi jabatan yang dipegangnya adalah beban yang merupakan amanat yang harus dipahami secara luas dan mendalam, sehingga akan dijalankan semaksimal mungkin sesuai dengan keinginan pemberi amanat.  Ayat di atas berkaitan erat dengan QS Al-Baqarah : 30 yang menyatakan “ Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi”.

Dalam Tafsir Al-Hayah  (DR. Ahzami Sami’un Jazuli, MA) disebutkan setiap manusia mempunyai peran tugas kekhalifahan secara umum, dia akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan Alloh SWT sesuai dengan porsinya dalam menjalankan tugas khalifah dan memakmurkan bumi.  posisi manusia sebagai khalifah,  ada kalanya posisi khalifah secara umum,  karena ia merupakan bagian dari masyarakat manusia yang mendapatkan tugas menjalankan khalifah.

Yang ke dua posisi sebagai khalifah khusus, posisi ini lahir karena kesepakatan kelompok tertentu yang menganggapnya sebagai khalifah, atau karena dia diberikan wewenang untuk mengatur urusan kelompok itu.  Dengan demikian, beban seseorang menjadi khalifah akan bertambah dengan semakin bertambahnya posisi khalifah yang diberikan oleh orang lain.

Ketika seseorang mendapakan posisi jabatan dalam lingkungan kerjanya, maka dia telah menjadi khalifah di lingkungan jabatannya itu.  Diantara tugas khalifah yang dapat kita pahami dari Al-Quran adalah :
  1. Tugas untuk bekerja dan berusaha.
Menetap dan berkembangnya manusia di alam ini bukan bersifat pasif.  Alloh SWT tidak menciptakan alam ini untuk diambil manfaatnya atau didapatkan kekayaannya dengan spontanitas tanpa ada usaha.  Akan tetapi Alloh SWT telah mengaitkan kelangsungan hidup manusia di alam ini dengan usaha yang sungguh-sungguh.

Maka ketika kita mengharapkan semua program dari rencana strategis dan non strategis tercapai 100% sudah seharusnya kita bekerja dan berusaha secara keras untuk mendapatkannya, tidak menyerah sebelum seluruh potensi yang kita miliki kita curahkan dengan sungguh-sungguh.

  1. Berfikir dan melakukan riset.
Tugas khalifah akan terlihat jelas adanya perbedaan antara aktivitas manusia dengan pekerjaan binatang.  Jika binatang melakukan sesuatu pekerjaan, dia tidak akan bisa memikirkan alternatif cara lain selain yang telah diajarkan oleh manusia.  Binatang tidak mengetahui tujuan dari apa yang ia kerjakan.

Berbeda dengan manusia, semua tindakannya dilandaskan pada proses berfikir sebelum direalisasikan menjadi suatu kegiatan yang nyata.  Seluruh pancaindra manusia beserta seluruh alat perasa berupa akal dan hati mesti dimanfaatkan untuk berfikir, merenung dan memahami seluruh realita yang ada.
Sehingga ketika kita dihadapakan dengan masalah-masalah dalam pekerjaan pada posisi kita,  akan berfikir secara keras serta memahami dengan baik persoalan yang ada agar nantinya dapat ditemukan cara atau alternatif tindakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan kepada kita.

Apabila kita dapat memanfatkan akal dan hati kita secara maksimal,  maka tidak akan terjadi para pengemban amanah tidak tahu harus melakukan apa dari tugas pokok dan fungsinya pada posisi jabatannya.

  1. Pelaksanaan perintah Alloh SWT.
Selanjutnya,  telah diketahui fase pengangkatan manusia menjadi khalifah berawal dari aktivitas fisik dan berakhir dengan lahirnya suatu ketaatan kepada aturan agama yang diridloi dan diperintahkan oleh Alloh SWT kepada hambaNya.

Manusia tidak akan bisa menggapai tingkatan-tingkatan dari tugas khalifah di atas,  kalau dijalankan sendiri atau hanya berbegang pada pendapatnya pribadi.  Dia mutlak membutuhkan seorang utusan dan wahyu.

Dalam pelaksanaan pekerjaan sudah jelas rambu-rambu atau garis-garis yang harus dilewati dan tidak dilewati.  Kita harus berdo’a meminta  diberi kekuatan untuk dapat mengemban amanah-amanah, bertekad untuk tidak curang dalam posisi jabatannya dan ikhlas menolong untuk memberikan yang terbaik buat orang lain.

Wallohua’lam bishawab

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel

mudah-mudahan bermanfa'at

salam

Ketika matahari terbit.....

Ketika bulan dan bintang muncul.............

Ketika bayi terlahir ke dunia.............

Ketika segala sesuatu yang baru muncul.......

Sejatinya mereka memperkenalkan diri.........

Salam dari esjewe untuk semua.............

Entri Populer

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More